Harga rumah di DKI Jakarta terus mengalami kenaikan signifikan seiring tingginya permintaan hunian di wilayah perkotaan. Penelitian ini mengkaji pengaruh lima variabel independen (jumlah kamar tidur, kamar mandi, carport, luas tanah, dan luas bangunan) terhadap harga rumah di DKI Jakarta menggunakan regresi linear berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS). Data sekunder dari platform Kaggle diolah menggunakan RapidMiner melalui dua skenario pengujian: tiga subset data sampel (masing-masing 500 data) dan lima wilayah administratif DKI Jakarta (masing-masing 500 data). Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat signifikansi dan arah pengaruh variabel independen bervariasi antar subset dan wilayah. Luas tanah dan luas bangunan secara umum menjadi faktor paling dominan dengan kontribusi positif. Kamar mandi dan carport dominan berpengaruh positif, sedangkan jumlah kamar tidur pada beberapa subset/wilayah menunjukkan pengaruh negatif. Evaluasi model menggunakan koefisien determinasi 〖(R〗^2) menghasilkan nilai antara 0,488 hingga 0,834, tertinggi pada Jakarta Utara (R^2=0,834) dan terendah pada Data 1001–1500 (R^2=0,488). Pengujian asumsi klasik menunjukkan model bebas dari multikolinearitas berat (nilai Tolerance > 0,10). Hasil ini memberikan implikasi praktis bagi pengembang, calon pembeli, dan pembuat kebijakan perumahan di DKI Jakarta.
Copyrights © 2026