Pemeliharaan mesin pada proses giling tebu memerlukan prioritas yang terukur karena kegagalan satu komponen dapat menghentikan rangkaian produksi. Penelitian ini mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan berbasis web untuk mengolah catatan downtime menjadi urutan risiko dan rekomendasi pemeliharaan dengan mengintegrasikan Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis (Fuzzy FMEA). Data penelitian mencakup lima stasiun produksi pada musim giling 2024 dan 2025. Sebanyak 73 kejadian tahun 2024 dikelompokkan menjadi 50 mode kegagalan, sedangkan 83 kejadian tahun 2025 menjadi 56 mode kegagalan. Fuzzy FMEA menghasilkan prioritas berdasarkan Severity, Occurrence, Detection, nilai FRPN, defuzzifikasi, dan MTTR. Proporsi mode berisiko tinggi meningkat dari 2% menjadi 18%. Matriks RCM berisi 27 kombinasi menghasilkan Scheduled On-Condition Task, Scheduled Restoration Task, atau Scheduled Discard Task; tindakan restorasi mendominasi sebesar 62% pada 2024 dan 70% pada 2025. Sistem REMIND (Recommendation Maintenance Decision System) dibangun menggunakan Laravel, MySQL, dan Python. Pengujian black-box terhadap 67 skenario pada akses Admin Maintenance dan Supervisor seluruhnya valid. Sistem mampu menyajikan prioritas dan rekomendasi secara konsisten sebagai dasar keputusan pemeliharaan pada masa off-season.
Copyrights © 2026