Produksi jamur merupakan salah satu kegiatan usaha produktif yang memiliki potensi dalam meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa. Namun, keterbatasan pengetahuan mengenai teknik budidaya, pengelolaan lingkungan produksi, serta manajemen usaha menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan keberlanjutan usaha jamur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produksi jamur melalui pendampingan budidaya dan penguatan manajemen usaha bagi masyarakat pembudidaya jamur di Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, sosialisasi, pelatihan, praktik budidaya, pendampingan, serta evaluasi secara berkala. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat dan pelaku usaha budidaya jamur di Desa Mojorejo. Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai pemilihan dan perawatan media tanam, pengaturan kelembapan dan suhu, pengendalian hama dan kontaminasi, teknik pemeliharaan, serta pengelolaan usaha yang meliputi pencatatan biaya produksi, penentuan harga jual, pemasaran, dan pengembangan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola proses budidaya jamur secara lebih efektif dan terencana. Pendampingan juga mendorong pembudidaya untuk melakukan pencatatan usaha dan mengevaluasi biaya serta hasil produksi sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Penerapan teknik budidaya yang lebih tepat dan manajemen usaha yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan produktivitas jamur, mengurangi risiko kegagalan produksi, serta memperkuat keberlanjutan usaha masyarakat. Kegiatan ini merekomendasikan adanya pendampingan berkelanjutan, penguatan kapasitas pembudidaya, inovasi teknik budidaya, serta pengembangan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing usaha jamur di Desa Mojorejo.
Copyrights © 2026