Perkembangan teknologi digital mendorong pentingnya pembelajaran pemrograman di sekolah dasar sebagai upaya mengembangkan computational thinking siswa. Keberhasilan pembelajaran tersebut dipengaruhi oleh strategi yang diterapkan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam mengajarkan pemrograman di sekolah dasar, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan dua sekolah dasar, yaitu SD Al Azhar Syifa Budi Solo yang telah mengimplementasikan pembelajaran pemrograman sejak tahun ajaran 2023/2024 dan SD Al Firdaus sejak tahun ajaran 2025/2026, dengan dua guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, angket, analisis modul ajar, dan dokumentasi pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 15 melalui proses coding, pengelompokan tema, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran yang bersifat eksploratif, terstruktur, dan sistematis sesuai dengan karakteristik siswa. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kesulitan siswa dalam memahami konsep pemrograman, serta keterbatasan kompetensi guru dalam pembelajaran pemrograman. Upaya yang dilakukan guru antara lain memberikan pendampingan secara bertahap, menyesuaikan tingkat kesulitan materi, memanfaatkan media pembelajaran yang interaktif, serta meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan belajar mandiri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran pemrograman di sekolah dasar tidak hanya dipengaruhi oleh pemilihan strategi pembelajaran yang tepat, tetapi juga oleh kompetensi guru dan ketersediaan fasilitas pembelajaran yang memadai.
Copyrights © 2026