Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ahsani taqwim dalam Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab serta implikasinya terhadap teori kecerdasan majemuk Howard Gardner. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sistem pendidikan yang masih berorientasi pada aspek kognitif sehingga keberagaman potensi peserta didik belum berkembang secara optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari Tafsir Al-Mishbah, Tafsir Al-Lubab, karya-karya M. Quraish Shihab, serta tulisan Howard Gardner mengenai teori kecerdasan majemuk. Data sekunder berasal dari kitab tafsir, buku, jurnal, dan literatur relevan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahsani taqwim memaknai manusia sebagai makhluk yang diciptakan dalam bentuk terbaik dengan potensi fisik, akal, spiritual, dan moral yang harus dikembangkan dan dipertahankan secara optimal. Konsep tersebut berimplikasi pada teori kecerdasan majemuk karena sama-sama memandang manusia memiliki potensi yang beragam dan unik sebagai dasar pengembangan pendidikan.
Copyrights © 2026