Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembebanan dan temperatur terhadap susut umur transformator daya 150 kV di Gardu Induk Buduran. Parameter utama yang dikaji meliputi faktor beban (k), temperatur belitan (), temperatur top oil (), dan temperatur hot spot () serta keterkaitannya dengan laju penuaan isolasi dan umur sisa transformator. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan faktor beban sejalan dengan kenaikan temperatur operasi transformator, yang berkontribusi terhadap bertambahnya susut umur. Pada kondisi pembebanan rendah hingga menengah (k ≤ 0,6), temperatur hot spot berada pada kisaran 45 - 70 °C dengan laju penuaan isolasi relatif kecil, sehingga umur sisa transformator masih tergolong panjang, yaitu sekitar 15 - 20 tahun. Sebaliknya, pada pembebanan tinggi (k ≥ 0,7), temperatur hot spot meningkat hingga 78 - 90 °C dan diikuti oleh kenaikan laju susut umur yang signifikan, mencapai lebih dari 10 - 15% per tahun, sehingga umur sisa transformator berkurang secara nyata dan pada beberapa kondisi telah melampaui umur nominalnya. Pola pembebanan harian menunjukkan bahwa periode siang dan sore hari, khususnya pada pukul 14.00 WIB dan 16.00 WIB, memiliki karakteristik beban dan temperatur yang lebih tinggi, dengan dampak susut umur yang lebih besar pada sore hari. Secara umum, transformator masih beroperasi dalam kondisi stabil, namun pengelolaan pembebanan dan optimalisasi sistem pendinginan diperlukan untuk menekan laju penuaan isolasi dan memperpanjang umur pakai transformator.Kata kunci: Transformator Faktor Beban, Penuaan Isolasi, Susut Umur Transformator, Temperatur Hot Spot, Transformator Daya 150 kV
Copyrights © 2026