Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai tinggi badan menurut umur(TB/U) <-2 SD, sedangkan perkembangan motorik merupakan peningkatan kemampuan gerak yang meliputimotorik kasar (otot besar) dan motorik halus (otot kecil). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubunganstunting dengan keterlambatan perkembangan motorik kasar dan halus pada baduta usia 1-2 tahun di wilayahkerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desaincross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 baduta yang dipilih menggunakan simple random sampling.Status stunting diukur berdasarkan indeks TB/U, sedangkan perkembangan motorik dinilai menggunakanDevelopmental Screening Test II (Denver II). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitianmenunjukkan ada hubungan yang signifikan antara stunting dengan perkembangan motorik kasar (p=0.001) danmotorik halus (p=0.001). Baduta yang mengalami stunting memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalamiketerlambatan perkembangan motorik dibandingkan baduta yang tidak stunting. Disimpulkan bahwa stuntingberhubungan signifikan dengan keterlambatan perkembangan motorik kasar dan halus pada baduta usia 1-2tahun di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo.
Copyrights © 2026