Bank Umum Syariah (BUS) memegang peran strategis dalam sistem keuangan Indonesia, dengan profitabilitas yang diukur melalui Return on Asset (ROA) sebagai indikator utama kesehatan keuangan. Penelitian ini menguji pengaruh parsial dan simultan Dana Pihak Ketiga (DPK), Kualitas Aktiva Produktif (KAP), dan Pembiayaan Murabahah terhadap ROA pada BUS periode 2020–2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dari 14 BUS, penelitian ini menerapkan analisis regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Hasil menunjukkan bahwa DPK dan Pembiayaan Murabahah berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan KAP tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dengan nilai Adjusted R² sebesar 42,8%. Temuan ini mengindikasikan bahwa mobilisasi dana dan pembiayaan berbasis bagi hasil tetap menjadi pendorong utama profitabilitas BUS, sementara proksi kualitas aktiva memerlukan pendekatan manajemen risiko yang selaras dengan prinsip perbankan syariah. Penelitian ini berkontribusi pada literatur perbankan syariah dengan menguji determinan profitabilitas pada era pasca-merger dan pasca-pandemi, serta memberikan rekomendasi strategis bagi manajemen bank dan pembuat kebijakan
Copyrights © 2026