Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi komponen biaya produksi dan sistem pengendalian persediaan pada operasional Bogor Kopitiam. Berbeda dengan perencanaan awal, fokus penelitian ini adalah menilai apakah alokasi biaya aktual telah memenuhi standar kriteria industri kuliner. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan evaluatif terhadap data operasional. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa total biaya produksi sebesar Rp 102.500.000 per bulan menghasilkan margin keuntungan 14,58% yang dinilai rasional dan terukur. Pengendalian produksi menggunakan metode First In First Out (FIFO) dan Reorder Point (ROP) terbukti efektif dalam memitigasi risiko overstock dan understock. Strategi optimalisasi persediaan dilakukan melalui peningkatan volume penjualan pada produk kopi yang memiliki stok berlebih untuk menjaga perputaran inventaris.
Copyrights © 2026