Kemampuan berpikir kritis merupakan sebuah kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik pada agar mampu bersaing dalam dunia global. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam mata pelajaran pendidikan agama katolik dan budi pekerti dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksakan dalam dua siklus., setiap siklus terdiri atas emapt tahap yaitu perencanaan, pelaksaaan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan di SDK Cannosa kota Kupang. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB yang berjumlah 21 orang. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemapuan berpikir kritis peserta didik pada metapelajaran pendidikan agama katolik dan budi pekerti, materi Yesus taat kepada Allah, mengalami peningkatan setelah menggunakan model discovery learning. Pembelajaran pada siklus I nilai rata-rata 73.33 (kategori cukup) dan meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 87,38 (kategori baik). Dengan demikian model discovery learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam mata pelajaran pendiidkan agama katolikdan budi pekerti, sehingga dapat digunakan oleh guru sebagai alternative model pembelajaran inovatif pada pembelajaran pendidikan agama Katolik dan budi pekerti.
Copyrights © 2023