Rasamadu Heritage merupakan daya tarik wisata yang memanfaatkan bangunan bekas pabrik gula era kolonial Belanda. Kawasan ini awalnya dikenal sebagai The Heritage Palace dan mengalami revitalisasi serta rebranding pada tahun 2024 menjadi Rasamadu Heritage. Meskipun memiliki potensi sebagai daya tarik wisata sejarah, terdapat kesenjangan antara atraksi yang ditawarkan dengan pengalaman yang dirasakan wisatawan. Hal ini tercermin dari ulasan wisatawan dan ketidaksesuaian antara tema yang dipromosikan dengan atraksi yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bauran pemasaran dan strategi pengembangan pemasaran yang diterapkan di Rasamadu Heritage, dengan fokus pada elemen 7P, yaitu product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dengan pengelola, karyawan, dan wisatawan serta observasi langsung, dan data sekunder melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi alternatif yang dapat diterapkan meliputi penguatan nilai sejarah dan budaya melalui tour sejarah dan edukasi digital, diferensiasi harga serta paket kunjungan untuk berbagai segmen wisatawan, serta pengembangan promosi melalui media sosial dan iklan berbayar (paid ads). Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan kepuasan wisatawan sekaligus memperkuat citra Rasamadu Heritage sebagai daya tarik wisata sejarah di Kota Solo.
Copyrights © 2025