Air Terjun Rumpang Rumeneng di Desa Montong Ajan, Lombok Tengah, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat. Keindahan alam, aksesibilitas yang baik, dan kekayaan budaya menjadi modal strategis untuk pengembangan desa wisata berkelanjutan. Namun, rendahnya kapasitas masyarakat dalam manajemen destinasi, kewirausahaan, dan kelembagaan pengelola menyebabkan potensi tersebut belum termanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan merancang model pemberdayaan masyarakat melalui tiga pendekatan utama: pelatihan manajemen destinasi wisata, pelatihan ekonomi kreatif dan kewirausahaan, serta penguatan kelembagaan pengelola wisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat dalam observasi, wawancara, dan pendampingan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat, terbentuknya tujuh UMKM baru, serta peningkatan pendapatan sebesar 20–35%. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan kebersihan wisata meningkat hingga 65%. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ekonomi kreatif dengan pariwisata berbasis masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan lokal, memperkuat identitas budaya, dan mendukung pariwisata berkelanjutan.
Copyrights © 2025