Kajian ini difokuskan pada pengkajian peran Community Based Tourism (CBT) dalam penyelenggaraan Festival Alunan Budaya Desa di Desa Pringgasela. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui pengamatan lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian mencakup aparatur desa, Pokdarwis, tokoh-tokoh berpengaruh di masyarakat, serta warga sekitar lokasi penelitian. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi CBT dalam penyelenggaraan Festival Alunan Budaya Desa telah berhasil mengikutsertakan warga secara nyata dalam setiap proses, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pemanfaatan hasil kegiatan. Partisipasi aktif tersebut berdampak signifikan terhadap upaya mempertahankan warisan budaya daerah, memperkuat jati diri budaya lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan industri tenun tradisional. Di samping itu, Pokdarwis menjalankan fungsi strategis sebagai fasilitator yang turut mendukung pengelolaan sekaligus promosi festival budaya. Oleh karena itu, penerapan CBT diyakini mampu menjadi landasan pengembangan pariwisata berbasis budaya yang tumbuh secara berkelanjutan di Desa Pringgasela.
Copyrights © 2026