Lalu Ferdi Ferdiansyah
universitas mataram

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Ekowisata Berkelanjutan Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Lokal: Studi Kasus Dusun Pekatan Desa Sama Guna Kabupaten Lombok Utara Baiq Nikmatul Ulya; Ahmad Rizaldi Aspri; Lalu Ferdi Ferdiansyah; Pandu Wiguna Restu; Siti Anggriana; Nur Afiah
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i2.2557

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, strategi, dan tantangan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism/CBT) di Dusun Pekatan, Desa Sama Guna, Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Dusun Pekatan memiliki potensi ekowisata yang kuat melalui atraksi alam seperti pemandian alami, river tubing, dan area perkemahan yang dikelola secara partisipatif oleh masyarakat. Aktivitas ini telah memberikan dampak ekonomi positif berupa peningkatan pendapatan dan lapangan kerja baru, sekaligus mendorong perubahan sosial berupa meningkatnya kesadaran lingkungan dan nilai edukatif di kalangan warga. Keterbaruan dalam pengabdian ini terletak pada penerapan strategi pengembangan ekowisata berkelanjutan berbasis masyarakat dengan penyusunan dokumen rencana pengelolaan dan SOP ekowisata secara partisipatif, yang menjadi model penguatan tata kelola lokal di tingkat dusun. Selain itu, pengenalan promosi digital berbasis komunitas menjadi inovasi adaptif dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata di era transformasi digital. Meski demikian, tantangan utama masih meliputi keterbatasan infrastruktur, dukungan pendanaan, serta kapasitas sumber daya manusia yang perlu terus diperkuat
Pelatihan Table Manner sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Hospitality Mahasiswa D3 Pariwisata Universitas Mataram Ihyana Hulfa; Siti Anggriana; Nur Afia; Lalu Ferdi Ferdiansyah; Ahmad Rizaldi Aspri
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i2.2566

Abstract

Sebagian besar mahasiswa D3 Pariwisata belum memiliki pengalaman praktis terkait standar etika jamuan formal (table manner) yang menjadi tuntutan utama dalam industri perhotelan internasional. Kondisi ini menyebabkan keterampilan hospitality mereka belum optimal dan memerlukan pembekalan melalui kegiatan berbasis praktik. Kegiatan Pelatihan Table Manner merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan hospitality mahasiswa. Pelatihan ini dilaksanakan pada 27 September 2025 di Hotel Lombok Raya Mataram dengan peserta sebanyak 87 mahasiswa dari kelas C, D, E, dan F. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui kombinasi teori, demonstrasi, dan praktik langsung dalam suasana yang menyerupai jamuan fine dining. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner untuk menilai pemahaman serta keterampilan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam etika makan formal, penggunaan peralatan makan, serta penerapan sikap profesional dalam situasi jamuan resmi. Rata-rata skor keseluruhan mencapai 4,40 (kategori “Baik–Sangat Baik”), dengan aspek tertinggi pada relevansi materi terhadap kebutuhan dunia kerja (4,55). Mahasiswa juga memberikan respon sangat positif terhadap kegiatan yang dinilai relevan dengan kompetensi industri pariwisata. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan hospitality mahasiswa serta membentuk karakter profesional dan percaya diri sebagai calon tenaga kerja di bidang pariwisata.
Pelatihan Penyusunan E-Modul Menggunakan Canva dan Heyzine Pada Program Studi DIII Pariwisata Universitas Mataram Siti Anggriana; Nur Afiah; Lalu Ferdi Ferdiansyah; Ahmad Rizaldi Aspri
Jurnal Abdi Anjani Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v2i2.1552

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah cara penyampaian materi pembelajaran, mendorong penggunaan media digital dalam pendidikan. Artikel ini membahas pelatihan penyusunan e-modul berbasis digital menggunakan platform Canva dan Heyzine yang diselenggarakan untuk dosen Program Studi Diploma III Pariwisata, Universitas Mataram. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dosen dalam menyusun materi pembelajaran yang interaktif dan menarik, menggunakan desain grafis Canva dan Heyzine. Metode yang diterapkan mencakup sesi pengenalan, pelatihan praktis, dan pendampingan, diikuti dengan evaluasi untuk mengukur pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dosen dalam menggunakan kedua platform tersebut untuk merancang modul pembelajaran digital yang lebih menarik dan informatif. Selain itu, peserta berhasil mengintegrasikan elemen-elemen interaktif dalam modul mereka, seperti video, hyperlink, dan kuis, yang meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pengajaran di Program Studi DIII Pariwisata, serta mendorong penggunaan teknologi yang lebih luas dalam pendidikan tinggi. Disarankan agar pelatihan serupa dilakukan secara berkala dan diikuti dengan sesi lanjutan untuk memperdalam penggunaan fitur-fitur lanjutan dalam platform Canva dan Heyzine.
Penerapan Hygiene Sanitasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) UMKM Tamara di Dusun Gol Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara ahmad rizaldi aspri; Lalu Ferdi Ferdiansyah; Nur Afiah; Siti Anggriana
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i1.1853

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan strategis dalam perekonomian Indonesia, menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97% tenaga kerja nasional pada tahun 2023. Untuk meningkatkan kualitas produk UMKM, tim dosen dari Program Studi D3 Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Gol, Desa Medana, Lombok Utara, pada bulan Februari 2025. Kegiatan ini fokus pada sosialisasi dan penerapan prinsip hygiene dan sanitasi dalam produksi UMKM, khususnya produk olahan seperti Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak goreng. Melalui pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan SOP telah memenuhi standar yang ditetapkan, dengan sarana dan prasarana memadai serta pengetahuan yang baik dari pelaku UMKM. Disarankan agar UMKM terus melakukan evaluasi rutin dan pelatihan berkala untuk memastikan konsistensi kualitas produk serta mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan pasar guna meningkatkan daya saing.
IDENTIFIKASI TAHAP PENGEMBANGAN DESA WISATA SURANADI, NARMADA LOMBOK BARAT Nur Afiah; Siti Anggriana; Lalu Ferdi Ferdiansyah; Ahmad Rizaldi Aspri
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 13 No 2: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v13i2.3726

Abstract

Desa Wisata Suranadi merupakan salah satu desa wisata yang berlokasi di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Desa wisata Suranadi saat ini dikelola oleh masyarakat sekitar tanpa adanya organisasi dari Pemerintah Desa seperti POKDARWIS dan BUMDES. Keterlibatan masyarakat terhadap desa wisata sangat baik di karenakan salah satu yang menjadi atraksinya adalah Pura yang digunakan oleh masyarakat agama hindu sekitar. Pengembangan Suranadi sebagai desa wisata tidak lepas dari faktor fisik dan psikologis yang akan di sajikan kepada wisatawan yang mempengaruhi siklus hidup destinasi wisata yang pada akhirnya mengarah pada tahap kemajuan atau kemunduran. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan kajian yang lebih mendalam terkait tahap siklus hidup pariwisata Suranadi. Teori tourism area life cycle (TALC) digunakan dalam rangka mengetahui eksistensi Desa Wisata terhadap tingkat kunjungan wisatawan dan pengembangan yang akan dilakukan agar tidak berada pada tahap stagnation atau kejenuhan yang berakibat pada semua sektor pada Desa Wisata Suranadi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan dari hasil diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Desa Wisata Suranadi Narmada Lombok Barat telah menunjukkan adanya perkembangan yang telah dikelola oleh masyarakat. Desa Wisata Suranadi yang berada pada tahapan pembangunan (development) memberikan arahan dalam penentuan strategi dalam pembangunan lingkungan berkelanjutan. Penentuan kebijakan yang diambil disesuaikan dengan tahapan siklus hidup wisata.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DESTINASI WISATA DI DESA TIMBANUH, KECAMATAN PRINGGASELA Lalu Ferdi Ferdiansyah
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i1.3819

Abstract

Desa Timbanuh memiliki potensi wisata alam dan budaya yang besar, yang dapat dikembangkan melalui pendekatan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism). Keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan pengembangan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan hasil berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan dan pelestarian lingkungan lokal. Selain itu, strategi promosi digital juga memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan pariwisata di kawasan ini. Melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook, tim pemasaran memanfaatkan konten visual, kolaborasi dengan influencer, serta kampanye interaktif untuk memperluas jangkauan promosi. Kolaborasi antara partisipasi masyarakat dan promosi yang tepat sasaran menjadikan Timbanuh sebagai model pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memberdayakan komunitas lokal sekaligus menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
KETAHANAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI GILI TRAWANGAN LOMBOK UTARA Lalu Ferdi Ferdiansyah; Nur Afiah; Siti Anggriana; Ahmad Rizaldi Aspri
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i1.3824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketahanan pariwisata berbasis masyarakat di Gili Trawangan, Lombok Utara, sebagai respons terhadap tekanan lingkungan dan krisis sosial-ekonomi yang dihadapi akibat perkembangan pariwisata massal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Gili Trawangan memiliki kapasitas adaptif yang tinggi dalam menghadapi kerusakan lingkungan, fluktuasi jumlah wisatawan, dan tantangan global seperti pandemi. Ketahanan sosial-ekologis dibangun melalui partisipasi aktif masyarakat dalam pelestarian lingkungan, pengelolaan wisata secara kolektif, serta penerapan teknologi restorasi ekosistem seperti biorock. Modal sosial yang kuat dan penerapan prinsip Community-Based Tourism (CBT) berperan penting dalam pemberdayaan ekonomi, sosial, psikologis, dan politik warga. Selain itu, kemampuan masyarakat untuk melakukan transformasi di masa krisis menunjukkan potensi mereka dalam membangun sistem pariwisata yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan model pariwisata berkelanjutan yang berakar pada kekuatan komunitas lokal.
ANALISIS PERAN COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) DALAM PENGELOLAAN FESTIVAL ALUNAN BUDAYA DI DESA PRINGGASELA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Lalu Ferdi Ferdiansyah; Ahmad Rizaldi Aspri; Siti Anggriana
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 15 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v15i1.4118

Abstract

Kajian ini difokuskan pada pengkajian peran Community Based Tourism (CBT) dalam penyelenggaraan Festival Alunan Budaya Desa di Desa Pringgasela. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui pengamatan lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian mencakup aparatur desa, Pokdarwis, tokoh-tokoh berpengaruh di masyarakat, serta warga sekitar lokasi penelitian. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi CBT dalam penyelenggaraan Festival Alunan Budaya Desa telah berhasil mengikutsertakan warga secara nyata dalam setiap proses, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pemanfaatan hasil kegiatan. Partisipasi aktif tersebut berdampak signifikan terhadap upaya mempertahankan warisan budaya daerah, memperkuat jati diri budaya lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan industri tenun tradisional. Di samping itu, Pokdarwis menjalankan fungsi strategis sebagai fasilitator yang turut mendukung pengelolaan sekaligus promosi festival budaya. Oleh karena itu, penerapan CBT diyakini mampu menjadi landasan pengembangan pariwisata berbasis budaya yang tumbuh secara berkelanjutan di Desa Pringgasela.