p Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar senyawa metabolit sekunder pada daun pisang Kepok Kuning em Musa paradisiaca em em L em hasil kultur jaringan dengan tanaman konvensional Sampel daun pisang kultur jaringan diperoleh dari tanaman berumur 4 bulan yang ditanam di rumah kaca sedangkan sampel konvensional berasal dari kebun rakyat dengan umur tanaman 4 bulan Sampel dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 50 C selama 10 menit kemudian sampel dikeluarkan dan didinginkan kemudian dihaluskan kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96 Persen Hasil analisis kualitatif diperoleh senyawa flavonoid fenol total tanin saponin dan alkaloid Hasil penelitian menunjukkan hasil analisis kuantitatif untuk kadar flavonoid fenol total tanin dan alkaloid pada daun pisang hasil kultur jaringan lebih tinggi dibanding tanaman konvensional masing masing meningkat sebesar 15 5 Persen 11 8 Persen 21 6 Persen dan 15 9 Persen Sebaliknya kadar saponin pada kultur jaringan lebih rendah dibanding konvensional dengan selisih 6 3 Persen Temuan ini menunjukkan bahwa teknik kultur jaringan dapat memengaruhi akumulasi metabolit sekunder pada daun pisang sehingga berpotensi menjadi strategi alternatif dalam produksi senyawa bioaktif p
Copyrights © 2025