Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi pemberdayaan pedagang dan pengunjung di Pasar Wisata Pantai Labu melalui pendekatan konseling dan administrasi publik Pasar tradisional yang dikembangkan menjadi destinasi wisata edukatif memerlukan pengelolaan yang profesional partisipatif dan berkelanjutan agar dapat meningkatkan kualitas layanan pengalaman pengunjung serta kesejahteraan pedagang Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam observasi partisipatif kuisioner pengunjung dan dokumentasi administrasi pasar Sampel penelitian terdiri dari 30 pedagang dan 50 pengunjung yang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman berjualan lama berbelanja dan partisipasi dalam kegiatan edukatif pasar Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik meliputi pengkodean kategorisasi dan identifikasi pola serta tema utama terkait pemberdayaan pedagang edukasi pengunjung dan penerapan administrasi publik Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang yang mengikuti program konseling mampu meningkatkan keterampilan manajerial pelayanan serta kepatuhan terhadap standar administrasi dan kebersihan pasar Pengunjung yang teredukasi melalui pendekatan konseling dan media edukatif menunjukkan perilaku berbelanja yang tertib kesadaran menjaga fasilitas pasar dan pemahaman terhadap nilai edukatif serta budaya lokal Implementasi administrasi publik mendukung terciptanya tata kelola pasar yang terstruktur transparan dan akuntabel Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa integrasi pemberdayaan pedagang edukasi pengunjung dan administrasi publik secara sinergis meningkatkan kinerja Pasar Wisata Pantai Labu Penelitian ini menyarankan keberlanjutan pelatihan pedagang edukasi pengunjung yang lebih luas penguatan administrasi publik dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mendukung pasar yang profesional edukatif ramah pengunjung dan berkelanjutan
Copyrights © 2025