Osteoarthritis genu merupakan penyakit degeneratif sendi yang menjadi penyebab utama nyeri, keterbatasan fungsi, dan penurunan kualitas hidup, terutama pada kelompok usia lanjut. Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) merupakan salah satu modalitas fisioterapi yang banyak digunakan untuk mengurangi nyeri, sedangkan Kinesio Taping berpotensi meningkatkan efektivitas terapi melalui stimulasi mekanoreseptor, peningkatan propriosepsi, dan dukungan terhadap fungsi muskuloskeletal. Menganalisis efektivitas penambahan Kinesio Taping pada intervensi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) terhadap penurunan nyeri pada pasien osteoarthritis genu. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest two-group design. Sebanyak 30 pasien osteoarthritis genu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mendapatkan intervensi TENS dan kelompok yang mendapatkan kombinasi TENS serta Kinesio Taping. Intensitas nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dan independent t-test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Kedua kelompok menunjukkan penurunan intensitas nyeri setelah intervensi. Namun, kelompok yang menerima kombinasi Kinesio Taping dan TENS menunjukkan penurunan nyeri yang lebih besar dibandingkan kelompok TENS saja, dengan rerata penurunan sebesar 2,267 dibandingkan 0,533. Penambahan Kinesio Taping pada intervensi TENS lebih efektif dalam menurunkan nyeri dibandingkan pemberian TENS saja pada pasien osteoarthritis genu.
Copyrights © 2026