Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) UNTUK PELAYANAN KEGAWATDARURATAN OBSTETRI Ria Lusi Utami; Winda Febriani; Nita Berliana Br Ginting
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 1 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i1.15404

Abstract

Obstetric emergencies are a leading cause of maternal and neonatal morbidity and mortality worldwide. Prompt, appropriate, and standardized care is crucial to saving lives. Standard Operating Procedures (SOPs) are documents that guide the steps in a process, ensuring consistency, efficiency, and safety. This literature review aims to explore the importance, principles, and challenges in developing and implementing SOPs for obstetric emergency care. The review results indicate that clear, concise, and evidence-based SOPs significantly improve response speed, adherence to clinical protocols, team coordination, and ultimately, clinical outcomes for mothers and babies. Effective SOP implementation can reduce variation in practice, minimize medical errors, and empower healthcare workers in crisis situations. Challenges include the need for socialization and training, ongoing updates, and resistance to standardization. Developing effective SOPs requires a participatory approach, leadership commitment, and integration with broader quality management systems.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEBIDANAN DI RUMAH SAKIT Ria Lusi Utami; Winda Febriani; Nita Berliana Br Ginting
Jurnal Minfo Polgan Vol. 11 No. 2 (2022): Article Research
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v11i2.15405

Abstract

The quality of midwifery care is a crucial factor in ensuring maternal and infant health, as well as a positive birth experience. In hospitals, this quality of care is not only determined by the competence of individual midwives but is also strongly influenced by the prevailing organizational culture. Organizational culture shapes the values, norms, beliefs, and behaviors shared by members of the organization. This literature review aims to analyze and synthesize how various dimensions of organizational culture (e.g., patient-centered culture, safety culture, innovation culture, and support culture) influence the quality of midwifery care in hospital settings. The review results indicate that a strong, positive, and quality-oriented organizational culture significantly improves midwife job satisfaction, team collaboration, adherence to standards, and ultimately, the quality of care received by patients. Conversely, a dysfunctional culture can hinder midwife performance and compromise patient safety. The implications of this review highlight the importance of leadership in shaping a culture that supports excellence in midwifery care.
Penyuluhan Gizi Seimbang Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Kelompok Lansia di Nagori Sigodang Meyana Marbun; Sri Rahma Friani; Ria Lusi Utami; Santy Widya Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i2.6990

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia memicu berbagai masalah kesehatan akibat penurunan fungsi organ seperti malnutrisi, obesitas, hingga penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada kelompok lanjut usia yang erat kaitannya dengan pola makan dan status gizi. Salah satu faktor risiko yang berperan terhadap kondisi tersebut adalah pola konsumsi yang tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Rendahnya pengetahuan lansia mengenai pemenuhan kebutuhan gizi menyebabkan perilaku makan yang kurang sehat sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif. Oleh karena itu, penyuluhan gizi seimbang perlu dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat pada kelompok lansia. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran lansia tentang pentingnya pola makan sehat sesuai prinsip gizi seimbang. Mitra dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah Kelompok Lansia di Batu Dua Puluh, Nagori Sigodang Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman mengenai pola makan yang sesuai untuk usia senja serta tingginya angka keluhan penyakit degeneratif seperti hipertensi dan gout (asam urat). Solusi yang ditawarkan adalah edukasi interaktif berbasis panduan gizi seimbang bagi lansia. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, penyuluhan menggunakan media visual (powerpoint dan selebaran), demonstrasi penyusunan menu, serta post-test. Penyuluhan ini terbukti efektif sebagai langkah preventif untuk mencegah masalah kesehatan. Lansia didorong untuk terus mempraktikkan pengolahan menu seimbang yang aplikatif dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Pengaruh Brain Gym dan Massage dalam Meningkatkan Body Awarness pada Anak Autism Spectrum Disorder I Ngurah Gede Verar Fujastawan; Muliati; Meyana Marbun; Ria Lusi Utami; Sulaiman
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1521

Abstract

Penurunan body awareness pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) menghambat koordinasi motorik dan kemandirian fungsional mereka. Penelitian eksperimen kuasi ini bertujuan menguji efektivitas kombinasi latihan Brain Gym dan terapi masase terhadap peningkatan kesadaran tubuh anak ASD. Menggunakan teknik total sampling, 28 siswa-siswi terdiagnosis ASD di Klinik Fisioterapi Siti Hajar berpartisipasi dan dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=14) serta kelompok kontrol (n=14). Kelompok eksperimen menerima kombinasi Brain Gym dan masase selama 6 minggu (18 sesi), sedangkan kelompok kontrol menerima terapi konvensional. Data dianalisis menggunakan SPSS melalui uji-t. Hasil penelitian menunjukkan kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor body awareness yang signifikan secara statistik p kurang dari 0,05 dengan gain score 33,36-3,12 jauh lebih tinggi daripada kelompok kontrol (11,57-2,45). Kesimpulannya, integrasi Brain Gym dan terapi masase secara signifikan lebih efektif meningkatkan body awareness anak ASD dibandingkan terapi konvensional.
Efektivitas Kombinasi Kinesio Taping dan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Osteoarthritis Genu Muliati; I Ngurah Gede Verar Fujastawan; Meyana Marbun; Ria Lusi Utami; Sulaiman
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1536

Abstract

Osteoarthritis genu merupakan penyakit degeneratif sendi yang menjadi penyebab utama nyeri, keterbatasan fungsi, dan penurunan kualitas hidup, terutama pada kelompok usia lanjut. Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) merupakan salah satu modalitas fisioterapi yang banyak digunakan untuk mengurangi nyeri, sedangkan Kinesio Taping berpotensi meningkatkan efektivitas terapi melalui stimulasi mekanoreseptor, peningkatan propriosepsi, dan dukungan terhadap fungsi muskuloskeletal. Menganalisis efektivitas penambahan Kinesio Taping pada intervensi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) terhadap penurunan nyeri pada pasien osteoarthritis genu. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest two-group design. Sebanyak 30 pasien osteoarthritis genu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mendapatkan intervensi TENS dan kelompok yang mendapatkan kombinasi TENS serta Kinesio Taping. Intensitas nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dan independent t-test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Kedua kelompok menunjukkan penurunan intensitas nyeri setelah intervensi. Namun, kelompok yang menerima kombinasi Kinesio Taping dan TENS menunjukkan penurunan nyeri yang lebih besar dibandingkan kelompok TENS saja, dengan rerata penurunan sebesar 2,267 dibandingkan 0,533. Penambahan Kinesio Taping pada intervensi TENS lebih efektif dalam menurunkan nyeri dibandingkan pemberian TENS saja pada pasien osteoarthritis genu.