Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar siswa melalui penerapan ice breaking interaktif di sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi awal di Desa Sipare-pare, ditemukan bahwa sebagian siswa menunjukkan gejala kejenuhan, penurunan fokus, serta kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, terutama pada jam- jam pelajaran tertentu yang dianggap membosankan. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian melaksanakan kegiatan berupa penyuluhan kepada guru mengenai konsep, manfaat, serta langkah penerapan ice breaking, disertai demonstrasi teknik yang relevan dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Selanjutnya, guru dan siswa dilibatkan secara langsung dalam praktik ice breaking melalui kombinasi permainan edukatif, lagu, yel-yel, serta gerakan sederhana yang menyenangkan. Sasaran utama kegiatan adalah siswa sekolah dasar dan guru kelas yang berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan antusiasme, keaktifan, dan kualitas interaksi antara siswa dengan guru. Guru juga melaporkan bahwa penggunaan ice breaking secara rutin membantu menciptakan suasana kelas yang lebih kondusif, menyenangkan, serta memotivasi siswa untuk lebih terlibat aktif. Dengan demikian, penerapan ice breaking interaktif terbukti sebagai strategi sederhana namun berdampak signifikan dalam mengoptimalkan proses pembelajaran di sekolah dasar.
Copyrights © 2025