Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan keuangan, khususnya rendahnya literasi pencatatan keuangan digital. Observasi terhadap 19 pelaku UMKM di Desa Amplas, Kecamatan Medan Amplas, menunjukkan 78,9 Persen masih menggunakan pencatatan manual dan 84,2 Persen belum pernah menggunakan aplikasi keuangan digital. Kondisi ini berpotensi menghambat pertumbuhan usaha dan akses pembiayaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan aplikasi Loyverse POS untuk pencatatan keuangan digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-eksperiensial melalui tiga sesi pelatihan (pemberian materi, simulasi dan praktik, serta diskusi dan coaching) yang diikuti pendampingan pasca pelatihan. Evaluasi dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 48,68 pada pre-test menjadi 82,63 pada post-test (peningkatan 69,74 Persen). Sebanyak 94,74 Persen peserta mengalami peningkatan di atas target minimal. Seluruh peserta berhasil menginstal aplikasi dan 89,47 Persen mampu mengoperasikan fitur dasar secara mandiri. Pada minggu kedua pasca pelatihan, 78,95 Persen peserta telah mulai menggunakan aplikasi untuk pencatatan usaha harian. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung efektif meningkatkan literasi dan adopsi teknologi keuangan digital bagi UMKM di tingkat lokal, sejalan dengan kebijakan digitalisasi UMKM Pemerintah Kota Medan.
Copyrights © 2026