Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Game-Based Learning melalui Whispering Game serta mengetahui peningkatan keterampilan menyimak dan berbicara siswa kelas II SDN Sahapi. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 10 siswa kelas II SDN Sahapi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui tes unjuk kerja, observasi, dan dokumentasi. Tes digunakan untuk menilai keterampilan menyimak dan berbicara, sedangkan observasi digunakan untuk mengamati aktivitas siswa selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa setelah diterapkan Game-Based Learning melalui Whispering Game. Pada kondisi prasiklus, ketuntasan klasikal hanya mencapai 20% dengan nilai rata-rata 42. Setelah penerapan tindakan pada Siklus I, nilai rata-rata hasil belajar mencapai 58,89% dan ketuntasan klasikal juga mencapai 58,89%. Perbaikan tindakan pada Siklus II menghasilkan peningkatan nilai rata-rata keterampilan menyimak dan berbicara menjadi 80,4%, sedangkan ketuntasan klasikal mencapai 90%. Aktivitas siswa juga menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan meningkatnya antusiasme, fokus menyimak, keberanian berbicara, kejelasan artikulasi, serta kerja sama kelompok. Dengan demikian, penerapan Game-Based Learning melalui Whispering Game dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan berbicara siswa kelas II SDN Sahapi.
Copyrights © 2026