Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mempercepat transisi menuju masyarakat informasi, yaitu kondisi ketika informasi menjadi sumber daya strategis dalam kehidupan sosial, pendidikan, ekonomi, dan budaya. Namun, peningkatan penggunaan internet di Indonesia belum secara otomatis membentuk masyarakat informasi yang inklusif. Artikel ini bertujuan menganalisis tantangan dan strategi pembangunan masyarakat informasi di Indonesia, dengan perhatian khusus pada kesenjangan digital, literasi digital, infrastruktur TIK, serta peran perpustakaan sebagai lembaga informasi dan literasi. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka naratif dengan sintesis tematik. Data diperoleh dari buku akademik, artikel jurnal, laporan lembaga, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan konsep masyarakat informasi, kesenjangan digital, literasi digital, dan akses informasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat informasi di Indonesia masih menghadapi kendala berupa ketimpangan infrastruktur TIK antarwilayah, ketidakmerataan akses terhadap sumber informasi, rendahnya literasi digital, serta perbedaan kapasitas pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat. Kebaruan artikel ini terletak pada sintesis terpadu antara dimensi akses digital, literasi digital, dan layanan informasi berbasis perpustakaan sebagai kerangka untuk memahami pembangunan masyarakat informasi yang inklusif di Indonesia. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan infrastruktur TIK perlu diikuti dengan program literasi yang sistematis, layanan informasi inklusif, dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, perpustakaan, masyarakat, dan sektor swasta.
Copyrights © 2026