Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik cedera yang dialami atlet gulat di Pengurus Kota Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Medan, mengevaluasi kemampuan gerak melalui pemeriksaan Range of Motion (ROM), serta mendeskripsikan penerapan sport massage dan program pencegahan cedera dalam proses pemulihan atlet. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan desain studi kasus eksploratif. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling dari atlet yang memiliki riwayat cedera persendian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, pengukuran antropometri, dan asesmen ROM yang meliputi gerak aktif, pasif, dan resis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cedera yang paling sering terjadi berada pada sendi bahu, siku, punggung dan lutut. Sebagian besar kasus merupakan cedera berulang (re-injury) yang disebabkan oleh pemulihan yang tidak tuntas dan kesalahan posisi gerak saat latihan maupun pertandingan. Hasil asesmen ROM menunjukkan adanya keterbatasan gerak, kekakuan sendi, serta nyeri saat pengujian gerak resis. Penerapan sport massage membantu mengurangi ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, dan mempercepat pemulihan jaringan. Selain itu, program pencegahan cedera melalui latihan penguatan dan fleksibilitas berperan dalam mengurangi risiko cedera berulang. Dengan demikian, kombinasi asesmen ROM, sport massage, dan latihan preventif dapat mendukung pemulihan serta menjaga performa atlet gulat.
Copyrights © 2026