Perubahan gaya hidup pada mahasiswa semester akhir menyebabkan meningkatnya konsumsi fast food dan minuman manis yang diduga memengaruhi status gizi. Konsumsi makanan dan minuman tinggi energi secara berlebihan dapat meningkatkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi fast food dan minuman manis terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester akhir Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 34 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data konsumsi fast food dan minuman manis dikumpulkan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan perhitungan IMT. Analisis data meliputi analisis univariat, uji Fisher's Exact, dan regresi logistik multinomial dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (85,3%), berusia 22 tahun (32,4%), memiliki konsumsi fast food kategori cukup (64,7%), konsumsi minuman manis kategori cukup (64,7%), dan IMT normal (73,5%). Hasil uji Fisher's Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi fast food dengan IMT (p = 0,177) maupun konsumsi minuman manis dengan IMT (p = 0,102). Analisis multivariat juga menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut tidak berhubungan secara signifikan dengan IMT. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsumsi fast food dan minuman manis tidak berhubungan signifikan dengan Indeks Massa Tubuh pada mahasiswa PGSD semester akhir Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara.
Copyrights © 2026