Fenomena pembalikan moral dan relativisme berkembang pesat dan menciptakan ambiguitas, di mana batas-batas antara benar dan salah menjadi kabur. Beberapa penelitian telah berfokus pada arti kata celaka, struktur teks, dan tanggapan terhadap situasi politik, tetapi belum secara khusus mengeksplorasi dampak teologis dan sosial dari pembalikan moral dan relativisme. Fenomena ini telah tercermin dalam teks Yesaya 5:20 dan telah mengambil bentuk baru dalam budaya modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna pembalikan moral dalam teks Yesaya 5:20 dan hubungannya dengan relativisme moral, yang memiliki implikasi serius bagi etika sosial dan budaya, dan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik profetik dari penafsiran teks, analisis sejarah, dan analisis sastra. Temuan ini mengungkapkan bahwa pembalikan moral menciptakan dilema etika, konflik internal, dan relativisme moral semakin mendominasi, sehingga mengaburkan batas antara benar dan salah. Dengan demikian, pendidikan etika yang kuat diperlukan untuk memperkuat landasan moral dalam perilaku sosial, hukum, dan interaksi antar individu. Artikel ini diharapkan dapat memberikan solusi holistik untuk mengatasi kebingungan moral, menjunjung tinggi nilai kebenaran, dan membangun komitmen umat beriman yang memiliki filter moral, di tengah dilema relativisme moral di era posmodern.
Copyrights © 2025