Pilkada serentak 2024 menjadi momen penting dalam perjalanan demokrasi lokal di Indonesia. Artikel ini menganalisis kompleksitas perilaku politik pemilih dalam Pilkada, yang dipengaruhi oleh integrasi tradisi lokal dan teknologi digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi tiga tipe utama pemilih: emosional, rasional, dan situasional. Peran tradisi lokal dan pengaruh media sosial dalam membentuk preferensi politik menjadi fokus utama. Temuan menunjukkan bahwa kampanye yang memadukan tradisi lokal dan teknologi memiliki potensi meningkatkan partisipasi politik secara signifikan. Namun, disinformasi dan polarisasi tetap menjadi tantangan besar dalam proses demokrasi ini.
Copyrights © 2025