Ardhia Rachma Cahyani
Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Politik Iklusif: Analisa Pasangan Pram-Rano dalam Kontestasi Pilkada 2024 Donna Apriliachani; Sarah Dwi Maula; Raditya Lintang Sasongko; Raihan Muhammad Rameli; Ardhia Rachma Cahyani
Journal of Indonesian Social Studies Education Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa memegang peranan sentral dalam menyebarluaskan pesan-pesan inklusif pasangan Pram-Rano, seperti program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, penghapusan batas-batas sosial dalam kampanye, dan narasi politik yang merangkul keberagaman. Berbagai platform media, termasuk televisi, surat kabar, dan media sosial, digunakan secara efektif untuk meningkatkan popularitas pasangan ini. Media sosial, khususnya, berperan penting dalam menjangkau generasi muda dan kelompok masyarakat yang sebelumnya kurang terlibat secara politik. Selain itu, media massa juga menjadi sarana kontrol sosial yang membantu menjaga suasana demokrasi yang kondusif, mengurangi polarisasi politik, dan meningkatkan partisipasi publik dalam proses demokrasi. Strategi ini terbukti efektif, terlihat dari peningkatan elektabilitas pasangan Pram-Rano yang semula tertinggal hingga mampu memenangkan Pilkada dalam satu putaran.
Dinamika Politik dan Militer di Indonesia dalam Konteks Pemberontakan dan Peralihan Kekuasaan (1946-1965) Ade Apandi; Ardhia Rachma Cahyani; Feriana Radika Sari; Raditya Lintang S
Journal of Indonesian Social Studies Education Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran militer dalam politik Indonesia pada periode 1946–1965, dengan fokus pada pemikiran politik militer, latar belakang pemberontakan, serta respons militer terhadap kondisi darurat dan transisi kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, penelitian ini mengkaji teori pemikiran politik militer, seperti konsep "military guardianship" dan Dwifungsi ABRI, serta relevansinya dengan kondisi sosial, politik, dan ekonomi Indonesia pada masa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan militer dalam politik di Indonesia dipengaruhi oleh dinamika internal, seperti pemberontakan DI/TII, PRRI/Permesta, dan G30S/PKI, serta faktor eksternal, seperti tekanan geopolitik Perang Dingin. Militer memanfaatkan legitimasi sebagai penjaga stabilitas negara untuk mengintegrasikan peran mereka dalam ranah sipil dan politik, yang mencapai puncaknya pada awal Orde Baru. Selain itu, konsep Dwifungsi ABRI menjadi landasan ideologis bagi militer untuk berperan tidak hanya sebagai alat pertahanan, tetapi juga sebagai aktor politik. Penelitian ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai hubungan antara militer dan politik di Indonesia, serta kontribusi mereka dalam menjaga stabilitas negara di tengah gejolak domestik dan pengaruh global. Analisis ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru tentang peran militer dalam konteks sejarah politik Indonesia dan relevansinya dalam dinamika politik kontemporer.
Komplektasi Perilaku Politik Pemilih dalam Pilkada Serentak 2024 Pada Aspek Integrasi Tradisi Lokal dan Teknologi Ardhia Rachma Cahyani
Journal of Indonesian Social Studies Education Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pilkada serentak 2024 menjadi momen penting dalam perjalanan demokrasi lokal di Indonesia. Artikel ini menganalisis kompleksitas perilaku politik pemilih dalam Pilkada, yang dipengaruhi oleh integrasi tradisi lokal dan teknologi digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi tiga tipe utama pemilih: emosional, rasional, dan situasional. Peran tradisi lokal dan pengaruh media sosial dalam membentuk preferensi politik menjadi fokus utama. Temuan menunjukkan bahwa kampanye yang memadukan tradisi lokal dan teknologi memiliki potensi meningkatkan partisipasi politik secara signifikan. Namun, disinformasi dan polarisasi tetap menjadi tantangan besar dalam proses demokrasi ini.