Nilai humanisasi sebagai salah satu pilar komunikasi profetik diinternalisasikan oleh santri melalui berbagai pengalaman selama menjalani kehidupan di pondok pesantren. Melalui berbagai pengalaman tersebut, santri memaknai nilai-nilai kemanusiaan yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi identitas profetik melalui pengalaman santri dalam menginternalisasi nilai humanisasi di pondok pesantren Bustanul Arifin Bantarkawung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, paradigma konstruktivisme, dan teori fenomenologi Alfred Schutz. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi identitas profetik santri terbentuk melalui proses pemaknaan atas pengalaman hidup yang dialami selama berada di pesantren. Konstruksi identitas tersebut tercermin dalam upaya memelihara hubungan sosial di tengah perbedaan melalui sikap saling menghargai, membangun kehidupan bersama melalui kebiasaan saling membantu dan kesadaran akan saling membutuhkan, serta menunjukkan kepekaan terhadap kondisi sesama melalui perhatian dan tindakan nyata.
Copyrights © 2026