Interaksi antara petugas Bea Cukai dengan penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta merupakan bentuk komunikasi antarbudaya yang melibatkan perbedaan bahasa, budaya, dan pemaknaan pesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk akomodasi komunikasi antarbudaya yang dilakukan oleh petugas Bea Cukai dalam interaksi dengan penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta. Perbedaan latar belakang budaya dan bahasa dalam proses pelayanan dapat menimbulkan hambatan komunikasi, sehingga diperlukan penyesuaian cara berkomunikasi agar pesan dapat dipahami secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta menggunakan Communication Accommodation Theory (CAT) dari Howard Giles sebagai landasan analisis. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas Bea Cukai melakukan akomodasi komunikasi melalui penyesuaian penggunaan bahasa, cara penyampaian informasi, serta komunikasi verbal dan nonverbal dalam menghadapi penumpang internasional. Proses penyesuaian tersebut dilakukan untuk mengurangi kesalahpahaman dan menciptakan pelayanan yang lebih efektif. Namun, masih terdapat hambatan berupa perbedaan bahasa dan pemaknaan pesan dalam interaksi antarbudaya.
Copyrights © 2026