Perkembangan budaya digital, perubahan sosial, dan meningkatnya orientasi pragmatis dalam pelayanan gereja telah memengaruhi cara gereja memahami ibadah, sehingga penyembahan sering kali dipersepsikan sebagai aktivitas liturgis yang berorientasi pada pengalaman jemaat daripada sebagai fondasi teologis kehidupan gereja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hakikat teologi ibadah dalam perspektif Alkitab, mereposisi teologi ibadah dalam dinamika gereja kontemporer, serta merekonstruksi eklesiologi yang berpusat pada Allah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui analisis konstruktif terhadap literatur teologi ibadah dan eklesiologi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi ibadah merupakan respons umat Allah terhadap penyataan dan karya keselamatan-Nya yang membentuk identitas, spiritualitas, pelayanan, dan misi gereja secara menyeluruh. Reposisi teologi ibadah mengembalikan Allah sebagai orientasi utama eklesiologi sehingga gereja tidak lagi berpusat pada kepentingan institusional maupun pengalaman religius, tetapi pada kemuliaan Allah. Penelitian ini menawarkan rekonstruksi teologis yang menempatkan ibadah sebagai fondasi konseptual bagi pengembangan eklesiologi kontemporer yang tetap relevan dalam menghadapi perubahan budaya, perkembangan teknologi, dan tantangan pelayanan gereja masa kini.
Copyrights © 2026