cover
Contact Name
Marthen Neolaka
Contact Email
marthenneo@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@doulosacademia.my.id
Editorial Address
Jl. Tugu No. 3 RT 04 RW 04, Cipayung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
ISSN : -     EISSN : 31640664     DOI : -
Core Subject :
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen merupakan jurnal ilmiah yang menempatkan kesetiaan kepada Allah dan Alkitab sebagai fondasi utama pengembangan ilmu pengetahuan teologi. Nama Fidelitas berasal dari bahasa Latin yang berarti “kesetiaan” atau “keteguhan iman”. Istilah ini merefleksikan karakter Allah yang setia terhadap perjanjian-Nya, sekaligus panggilan bagi para teolog dan akademisi untuk mengembangkan pemikiran yang berakar pada kebenaran dan integritas ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Paradigma Hikmat dalam Perjanjian Lama sebagai Dasar Teologis Kehidupan yang Holistis Juliyan Prabowo; Yoslan Rido Milla; Bimo Setyo Utomo
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 1 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teologi hikmat dalam Perjanjian Lama umumnya dipahami sebagai kumpulan ajaran moral atau sastra kebijaksanaan sehingga belum banyak dikaji sebagai paradigma teologis yang membangun kehidupan secara holistis. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma hikmat dalam Perjanjian Lama sebagai dasar teologi kehidupan yang holistis serta menjelaskan relevansinya bagi kehidupan Kristen kontemporer. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan teologi biblika.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hikmat merupakan prinsip teologis yang berpusat pada Allah, membentuk karakter dan etika, serta mengintegrasikan seluruh dimensi kehidupan dalam satu kerangka yang utuh. Rekonstruksi ini memperlihatkan bahwa teologi hikmat tidak hanya memberikan landasan konseptual bagi pengembangan teologi Perjanjian Lama, tetapi juga menawarkan paradigma yang relevan bagi gereja dalam merespons berbagai tantangan kehidupan kontemporer.
Reposisi Teologi Ibadah dalam Dinamika Gereja Kontemporer Menuju Rekonstruksi Eklesiologi yang Berpusat pada Allah Gotlif Eliasar Modok
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 1 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan budaya digital, perubahan sosial, dan meningkatnya orientasi pragmatis dalam pelayanan gereja telah memengaruhi cara gereja memahami ibadah, sehingga penyembahan sering kali dipersepsikan sebagai aktivitas liturgis yang berorientasi pada pengalaman jemaat daripada sebagai fondasi teologis kehidupan gereja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hakikat teologi ibadah dalam perspektif Alkitab, mereposisi teologi ibadah dalam dinamika gereja kontemporer, serta merekonstruksi eklesiologi yang berpusat pada Allah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui analisis konstruktif terhadap literatur teologi ibadah dan eklesiologi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi ibadah merupakan respons umat Allah terhadap penyataan dan karya keselamatan-Nya yang membentuk identitas, spiritualitas, pelayanan, dan misi gereja secara menyeluruh. Reposisi teologi ibadah mengembalikan Allah sebagai orientasi utama eklesiologi sehingga gereja tidak lagi berpusat pada kepentingan institusional maupun pengalaman religius, tetapi pada kemuliaan Allah. Penelitian ini menawarkan rekonstruksi teologis yang menempatkan ibadah sebagai fondasi konseptual bagi pengembangan eklesiologi kontemporer yang tetap relevan dalam menghadapi perubahan budaya, perkembangan teknologi, dan tantangan pelayanan gereja masa kini.
Dimensi Transformatif Spiritualitas Kristen dalam Pengembangan Konseling Integratif Paulina Sampe; Jeffrey David Menda
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 1 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan konseling integratif menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap dimensi spiritual dalam praktik pendampingan, namun sebagian besar kajian masih menempatkan spiritualitas sebagai komponen pendukung intervensi psikologis, bukan sebagai paradigma yang membentuk keseluruhan proses konseling. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi dimensi transformatif spiritualitas Kristen sebagai paradigma konseptual dalam pengembangan konseling integratif. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan teologi biblika yang dipadukan dengan analisis konseptual terhadap literatur teologi, psikologi, dan konseling Kristen. Analisis dilakukan melalui tahapan deskriptif, komparatif-kritis, dan sintesis teologis untuk membangun kerangka konseptual yang integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas Kristen tidak hanya berfungsi sebagai sumber penguatan religius, tetapi menjadi paradigma yang mengarahkan tujuan, proses, dan orientasi konseling integratif. Paradigma tersebut direkonstruksi melalui empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu dimensi teologis sebagai fondasi transformasi, dimensi antropologis yang memulihkan identitas manusia sebagai imago Dei, dimensi psikospiritual yang membentuk karakter melalui karya Roh Kudus, dan dimensi relasional sebagai aktualisasi transformasi dalam kehidupan bersama.
Harapan Eskatologis sebagai Landasan Rekonstruksi Etika Publik dalam Menghadapi Krisis Moral Yulius Wenda; Leonard Nekwek
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 1 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis moral kontemporer menunjukkan bahwa etika publik yang bertumpu pada regulasi, konsensus sosial, atau rasionalitas prosedural belum mampu memberikan orientasi moral yang memadai. Sementara itu, harapan eskatologis masih sering dipahami sebagai doktrin mengenai masa depan sehingga kontribusinya terhadap pembentukan etika publik belum dirumuskan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi harapan eskatologis sebagai landasan teologis bagi etika publik dalam menghadapi krisis moral. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan teologi biblika-kanonis dan analisis konseptual melalui telaah kritis terhadap narasi Alkitab serta literatur teologi eskatologis dan teologi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan eskatologis merupakan horizon teologis yang menghubungkan penciptaan, penebusan, dan pembaruan ciptaan sekaligus membentuk orientasi moral bagi kehidupan publik. Rekonstruksi tersebut menghasilkan model etika publik yang bercirikan dimensi profetis, transformatif, dan antisipatoris serta berimplikasi pada penguatan integritas, pengembangan budaya perdamaian dan rekonsiliasi, serta penguatan kesaksian gereja di ruang publik.
Metanarasi Kerajaan Allah sebagai Fondasi Konseptual Teologi Perjanjian Lama Silva Yani; Hasanahati Ndruru; Bimo Setyo Utomo
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 1 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajaan Allah merupakan salah satu tema sentral dalam Perjanjian Lama, namun kedudukannya sebagai metanarasi yang membentuk fondasi konseptual Teologi Perjanjian Lama masih belum banyak dikaji secara komprehensif. Artikel ini bertujuan menganalisis fungsi Kerajaan Allah sebagai kerangka teologis yang mengintegrasikan tema-tema utama Perjanjian Lama. Kajian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui analisis terhadap teks-teks Perjanjian Lama dan literatur akademik mutakhir menggunakan pendekatan teologi biblika. Analisis dilakukan dengan menelusuri perkembangan tema Kerajaan Allah mulai dari penciptaan, perjanjian, monarki, kenabian, hingga pengharapan eskatologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kerajaan Allah berfungsi sebagai fondasi ontologis, perjanjian, etis, dan eskatologis yang menyatukan keseluruhan narasi Perjanjian Lama dalam satu kerangka teologis yang koheren. Dengan demikian, Kerajaan Allah tidak hanya merupakan salah satu tema teologis, tetapi juga metanarasi yang memberikan integrasi konseptual bagi Teologi Perjanjian Lama.
Rekonstruksi Paradigma Apologetika Kristen Berdasarkan1 Petrus 3:15 bagi Penguatan Identitas dan Misi Gereja Kontemporer Alfin Ari Dominggus; Bimo Setyo Utomo
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 2 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masyarakat digital, meningkatnya pluralisme, dan menguatnya skeptisisme terhadap iman Kristen menuntut gereja memiliki paradigma apologetika yang tidak hanya mampu mempertahankan doktrin, tetapi juga menghadirkan kesaksian yang relevan dan transformatif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma apologetika Kristen berdasarkan 1 Petrus 3:15 serta menjelaskan kontribusinya bagi penguatan identitas dan misi gereja kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis teologis terhadap 1 Petrus 3:15 yang didukung berbagai literatur akademik mutakhir mengenai apologetika, eklesiologi, dan Missio Dei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apologetika menurut 1 Petrus 3:15 merupakan ekspresi kehidupan yang menguduskan Kristus sebagai Tuhan, berakar pada pengharapan Kristen, dan diwujudkan melalui kesaksian yang lemah lembut serta penuh hormat. Penelitian ini juga merekonstruksi paradigma apologetika melalui pergeseran dari pendekatan defensif menuju transformatif, dari rasionalitas semata menuju integrasi karakter dan rasionalitas, serta dari aktivitas individual menuju tanggung jawab eklesial. Paradigma tersebut berkontribusi dalam memperkuat identitas Kristosentris, kesaksian, misi, dan relevansi pelayanan gereja kontemporer.
Intervensi Allah sebagai Manifestasi Anugerah Preventif dalam Kejadian 20:1-18 Lanang Yanuar Santoso; Bimo Setyo Utomo
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 2 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji intervensi Allah dalam Kejadian 20:1–18 sebagai manifestasi anugerah preventif, khususnya melalui tindakan Allah yang menahan Abimelekh sebelum dosa mencapai aktualisasinya. Penelitian sebelumnya telah membaca Kejadian 20 melalui perspektif etika gender, karakterisasi tokoh, doa syafaat, penyelesaian konflik, dan perjanjian, sedangkan dimensi preventif dari tindakan anugerah Allah belum memperoleh perhatian yang memadai. Penelitian ini bertujuan merumuskan dimensi teologis anugerah preventif melalui narasi Abraham, Sara, dan Abimelekh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis naratif dan teologis terhadap perkembangan konflik, beberapa ungkapan penting, intervensi Allah, tanggung jawab moral manusia, kerentanan Sara, batas perkawinan, serta kesinambungan janji perjanjian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anugerah Allah bekerja sebelum aktualisasi dosa, melindungi pihak yang rentan, menjaga integritas perkawinan, dan memelihara penggenapan janji Allah. Anugerah preventif dengan demikian merupakan tindakan Allah yang mendahului dan membatasi realisasi dosa sekaligus mengarahkan manusia kepada respons moral yang bertanggung jawab.
Kepemimpinan Kristen di Tengah Krisis Kepercayaan Institusional dan Tantangan Otoritas Moral Gereja Messelina Diana; Sanongoni Waruwu
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 2 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis kepercayaan terhadap institusi gereja menunjukkan bahwa legitimasi kepemimpinan Kristen tidak lagi dapat bergantung pada jabatan, posisi hierarkis, atau karisma pemimpin. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kepemimpinan Kristen, kepercayaan institusional, dan otoritas moral serta merumuskan konstruksi kepemimpinan berbasis kredibilitas moral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis teologis dan konseptual terhadap teks Alkitab dan literatur akademik. Markus 10:42–45, 1 Petrus 5:1–4, dan 1 Timotius 3:1–7 digunakan sebagai fondasi teologis untuk mengevaluasi penggunaan otoritas dalam kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legitimasi moral kepemimpinan Kristen dibangun melalui empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu integritas moral, akuntabilitas institusional, kerendahan hati relasional, dan konsistensi publik. Penelitian ini menempatkan kredibilitas moral sebagai penghubung konseptual antara kualitas kepemimpinan, kepercayaan institusional, dan legitimasi moral gereja. Pemulihan kepercayaan dengan demikian membutuhkan transformasi karakter pemimpin sekaligus pembenahan struktur institusional gereja.
Ujaran Kebencian, Polarisasi Keagamaan, dan Tanggung Jawab Etis Gereja di Era Digital Vivi Novia Oktavia Sagala
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 2 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media digital telah memperluas ruang komunikasi keagamaan sekaligus meningkatkan kompleksitas penyebaran ujaran kebencian dan polarisasi keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara ujaran kebencian, polarisasi keagamaan, dan tanggung jawab etis gereja di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis teologis dan konseptual terhadap literatur akademik mengenai ujaran kebencian, polarisasi, komunikasi digital, dan respons gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujaran kebencian tidak sekadar mencerminkan polarisasi, tetapi dapat memperkuat stereotip, dehumanisasi, dan antagonisme antarkelompok dalam ekosistem digital. Penelitian ini mengonstruksi tanggung jawab etis gereja melalui empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu preventif, korektif, restoratif, dan profetik. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan etika komunikasi rekonsiliatif yang mengintegrasikan keempat dimensi tersebut. Gereja dengan demikian dipanggil tidak hanya menolak ujaran kebencian, tetapi juga membangun ruang digital yang menghormati martabat manusia, mengoreksi dehumanisasi, memulihkan relasi, serta menghadirkan kesaksian moral yang konstruktif.
Etika Konfrontasi dalam Matius 18:15 sebagai Model Penanganan Konflik Interpersonal Imanuel Asbanu; Messelina Diana; Elisabet Podo
Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen Vol 1 No 2 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Doulos Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik interpersonal merupakan realitas yang tidak terhindarkan dalam kehidupan bersama dan dapat berkembang menjadi keretakan relasi ketika ditangani melalui penghindaran atau konfrontasi destruktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur etis Matius 18:15 dan mengonstruksinya sebagai model penanganan konflik interpersonal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis terhadap Matius 18:15, disertai dialog kritis dengan literatur mengenai konflik, rekonsiliasi, dan praktik restoratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur internal Matius 18:15 bergerak dari pengenalan pelanggaran, inisiatif langsung, koreksi yang jujur, komunikasi personal, kesediaan mendengar, hingga pemulihan relasi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menawarkan etika konfrontasi restoratif yang terdiri atas lima unsur, yaitu dasar yang jelas, inisiatif langsung, koreksi yang jujur, privasi yang menghormati martabat, dan orientasi restoratif. Model ini menolak penghindaran pasif sekaligus konfrontasi destruktif dengan mempertemukan kebenaran, tanggung jawab, martabat manusia, dialog, dan pemulihan dalam satu kerangka etis bagi penyelesaian konflik interpersonal dalam komunitas Kristen secara etis dan konstruktif.

Page 1 of 2 | Total Record : 13