Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen
Vol 1 No 2 (2026): Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen

Ujaran Kebencian, Polarisasi Keagamaan, dan Tanggung Jawab Etis Gereja di Era Digital

Vivi Novia Oktavia Sagala (Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2026

Abstract

Perkembangan media digital telah memperluas ruang komunikasi keagamaan sekaligus meningkatkan kompleksitas penyebaran ujaran kebencian dan polarisasi keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara ujaran kebencian, polarisasi keagamaan, dan tanggung jawab etis gereja di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis teologis dan konseptual terhadap literatur akademik mengenai ujaran kebencian, polarisasi, komunikasi digital, dan respons gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujaran kebencian tidak sekadar mencerminkan polarisasi, tetapi dapat memperkuat stereotip, dehumanisasi, dan antagonisme antarkelompok dalam ekosistem digital. Penelitian ini mengonstruksi tanggung jawab etis gereja melalui empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu preventif, korektif, restoratif, dan profetik. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan etika komunikasi rekonsiliatif yang mengintegrasikan keempat dimensi tersebut. Gereja dengan demikian dipanggil tidak hanya menolak ujaran kebencian, tetapi juga membangun ruang digital yang menghormati martabat manusia, mengoreksi dehumanisasi, memulihkan relasi, serta menghadirkan kesaksian moral yang konstruktif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

fidelitas

Publisher

Subject

Description

Fidelitas: Jurnal Teologi dan Pemikiran Kristen merupakan jurnal ilmiah yang menempatkan kesetiaan kepada Allah dan Alkitab sebagai fondasi utama pengembangan ilmu pengetahuan teologi. Nama Fidelitas berasal dari bahasa Latin yang berarti “kesetiaan” atau “keteguhan iman”. Istilah ini ...