Penelitian ini menganalisis formasi ortodoksi Kristen pada era patristik dengan menempatkan konflik teologis dan kekuasaan gerejawi sebagai dua dinamika yang saling berkelindan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis historis-teologis terhadap literatur akademik mengenai ortodoksi, heresi, konsili, otoritas episkopal, dan keterlibatan kekaisaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ortodoksi tidak terbentuk melalui satu keputusan tunggal, melainkan melalui proses bertahap yang mencakup penafsiran Kitab Suci dan tradisi apostolik, kontroversi doktrinal, diferensiasi identitas, artikulasi institusional-konsiliar, serta penerimaan gerejawi. Konflik Gnostik, Marcionisme, Arianisme, kontroversi pneumatologis, dan Kristologis memperjelas batas doktrinal, sementara otoritas uskup, rivalitas takhta gerejawi, deposisi, ekskomunikasi, dan intervensi kekaisaran membentuk mekanisme legitimasi publiknya. Kebaruan penelitian terletak pada Model Formasi Ortodoksi Patristik yang mengintegrasikan fondasi normatif, kontestasi hermeneutis, diferensiasi identitas, artikulasi institusional-konsiliar, serta resepsi dan stabilisasi sebagai proses dinamis. Model ini menegaskan bahwa ortodoksi dibentuk melalui interaksi antara klaim kebenaran teologis dan proses historis yang mengukuhkan otoritas publiknya dalam kehidupan gereja.
Copyrights © 2026