Penelitian ini membahas upaya untuk mempertahankan bahasa dan kebudayaan Simalungun di tengah arus globalisasi yang menyebabkan pergeseran dalam budaya serta identitas lokal. Pengaruh globalisasi mengakibatkan penurunan penggunaan bahasa daerah dan melemahnya pelaksanaan tradisi yang telah ada secara turun-temurun di kalangan anak muda. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk mengeksplorasi berbagai cara dalam menjaga budaya lokal. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelestarian bahasa dan kebudayaan Simalungun dapat dilakukan melalui pendidikan baik formal maupun nonformal, penyelenggaraan aktivitas budaya, serta pemanfaatan media digital sebagai alat untuk promosi dan dokumentasi. Kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan generasi muda sangat penting agar warisan budaya Simalungun dapat tetap bertahan dan relevan dengan perkembangan zaman.
Copyrights © 2025