Penelitian ini mengkaji peran meja makan sebagai ruang diplomasi keluarga sebagai praktik keseharian di ranah domestik berkontribusi terhadap pembentukan karakter demokratis anak dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi pada keluarga Santoso di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis jurnal reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meja makan berfungsi sebagai arena dialogis yang menumbuhkan nilai partisipasi, musyawarah, keadilan, dan empati, dengan peran orang tua sebagai fasilitator demokratis. Nilai-nilai ini terbukti ditransfer ke lingkungan sekolah melalui kemampuan anak dalam berdiskusi dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Temuan ini memperkuat teori demokrasi pragmatis John Dewey serta menegaskan relevansi nilai gotong royong sebagai basis budaya demokrasi Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan konsistensi waktu makan bersama, penerapan budaya musyawarah dalam keluarga, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk memperkuat pendidikan demokrasi informal di era masyarakat urban dan multikultural.
Copyrights © 2025