Perubahan pesat dalam era global membawa tantangan signifikan bagi pendidikan tinggi, khususnya dalam konteks Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis penerapan strategi pembelajaran humanistik yang berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa secara holistik dan pembentukan karakter demokratis di tengah arus globalisasi. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik wawancara dan observasi untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran humanistik yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif dan dosen sebagai fasilitator yang bersifat kekeluargaan mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan rasa percaya diri mahasiswa. Strategi ini terbukti efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai demokrasi seperti toleransi, kebebasan berpendapat, dan tanggung jawab sosial. Temuan ini memperkaya teori pembelajaran humanistik dengan bukti empiris dari konteks pendidikan tinggi Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan model pembelajaran PPKn yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini memperluas pemahaman tentang integrasi nilai-nilai humanistik dan demokratis dalam pendidikan kewarganegaraan.
Copyrights © 2025