Penelitian ini mengkaji transformasi praktik masyarakat terhadap penyu di Sungai Belacan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat melalui pendekatan historis dan sosial ekonomi serta menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungan (SDAL). Lokasi penelitian berada di wilayah pesisir Paloh yang merupakan salah satu lokasi penting peneluran penyu di Indonesia, namun dalam beberapa dekade terakhir mengalami tekanan ekologis akibat aktivitas manusia seperti eksploitasi sumber daya, pembangunan pesisir, aktivitas perikanan, pariwisata, serta pencemaran lingkungan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian historis dan analisis sosial ekonomi untuk memahami perubahan interaksi masyarakat dengan penyu dari masa ke masa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik masyarakat mengalami transformasi dari pola pemanfaatan tradisional menuju pendekatan yang lebih berorientasi pada konservasi. Transformasi ini dipengaruhi oleh kebijakan perlindungan satwa, tekanan ekonomi masyarakat pesisir, serta meningkatnya kesadaran ekologis. Keterlibatan masyarakat dalam program konservasi berbasis komunitas menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan kelestarian penyu di Sungai Belacan.
Copyrights © 2026