Artikel ini berupaya untuk mengisi celah penelitian mengenai pendidikan kewarganegaraan berbasis pengalaman di luar kelas di SMAN 13 Semarang. Indonesia sebagai negara multikultural memerlukan penguatan nilai toleransi budaya dalam pembentukan sikap kewarganegaraan peserta didik. Namun, pembelajaran toleransi tidak cukup hanya melalui kegiatan di dalam kelas, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan FESTAGALAS dalam menumbuhkan toleransi budaya sebagai wujud sikap kewarganegaraan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilakukan di SMAN 13 Semarang. Subjek penelitian terdiri dari peserta didik, guru, dan panitia kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FESTAGALAS sebagai program berbasis partisipasi siswa mampu menjadi media pembelajaran toleransi budaya melalui keberagaman ekspresi pada empat panggung utama. Kegiatan ini mendorong sikap saling menghargai, kerja sama, serta keterbukaan terhadap perbedaan. Selain itu, siswa juga mengalami peningkatan dalam aspek pengetahuan budaya dan karakter seperti tanggung jawab dan kepercayaan diri. Demikian, FESTAGALAS efektif sebagai implementasi pendidikan kewarganegaraan berbasis pengalaman dalam membentuk peserta didik yang toleran dan berkeadaban.
Copyrights © 2026