Batik besurek merupakan salah satu bentuk keragaman budaya Indonesia dalam sebuah seni batik. Batik tersebut memiliki nilai filosofis dan niali fungsional yang mencerminkan kehidupan masyarakat Bengkulu. Kain batik besurek yang ada di Museum Tekstil Jakarta merupakan karya warisan yang terus dijaga hingga saat ini sebagai bentuk pelestarian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji makna visual dan nilai fungsional pada batik besurek melalui pendekatan semiotika visual dan pendekatan peran fungsional. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan studi literatur. Objek penelitian berupa dua kain batik besurek yang ada di Museum Tekstil Jakarta dengan visual yang berbeda. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kain besurek yang ada di Museum Tekstil Jakarta memiliki makna secara visual yang terdapat pada motifnya. Misalnya pada motif rub al-hizb (bintang delapan) merupakan simbol Islam dan motif burung kuau raja yang merepresentasikan keeksotisan burung kuau sebagai burung yang banyak hidup di wilayah bengkulu. Kemudian secara fungsional, batik besurek memiliki nilai fungsi yang berbeda sesuai dengan simbol yang diterapkan, seperti untuk kegiatan upacara maupun digunakan sebagai busana
Copyrights © 2025