Dialek Siwi, sebuah bahasa Berber Afro-Asia timur yang dituturkan di Oasis Siwa, Mesir bagian barat, merepresentasikan sebuah kasus studi krusial dalam linguistik kontak dan kepunahan bahasa. Artikel ini menyelidiki Siwi sebagai entitas linguistik yang kaya, ditandai oleh interaksi mendalam dengan bahasa Arab Mesir yang memengaruhi leksikon, sintaksis, morfologi, hingga fonologinya. Meskipun telah mempertahankan kekhasannya karena isolasi historis, Siwi kini menghadapi ancaman serius akibat dominasi Arab Mesir dalam ranah pendidikan dan media, serta erosi transmisi antargenerasi. Berdasarkan kerangka linguistik perseptual, sosiolinguistik, dan tipologi linguistik, penelitian ini mengusulkan model pelestarian bahasa yang komprehensif. Model ini menekankan pemanfaatan teknologi digital, pendidikan berbasis komunitas, dan promosi warisan budaya, serta mendorong penelitian mendalam tentang campur kode dan alih kode sebagai strategi adaptasi linguistik. Studi ini juga menyoroti peran Siwi dalam rekonstruksi sejarah linguistik Saharan dan evolusi bahasa-bahasa Semit dan Berber. Penelitian ini menawarkan kebaruan (novelty) karena belum ada kajian terdahulu yang secara komprehensif mengaitkan antara kontak bahasa Siwi–Arab dengan strategi revitalisasi bahasa berbasis pendidikan Arab dan teknologi digital komunitas. Model revitalisasi yang diusulkan juga menekankan partisipasi generasi muda secara aktif melalui pendekatan berbasis aplikasi dan kurikulum lokal.
Copyrights © 2025