Perkembangan teknologi digital memungkinkan transaksi jual beli dilakukan secara daring tanpa pertemuan langsung. Dalam hukum Islam, transaksi online tetap wajib memenuhi prinsip syariah agar sah secara fiqih muamalah. Kajian ini menelaah rukun dan syarat jual beli menurut ulama serta penerapannya dalam transaksi digital. Hasilnya, jual beli online dinilai sah selama ada kerelaan kedua belah pihak, objek jelas, dan terpenuhi ijab-qabul meski dilakukan secara elektronik. Akad tertulis atau digital menjadi bukti komitmen. Selama bebas dari penipuan, gharar, dan riba, praktik jual beli online sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Copyrights © 2025