Penelitian ini mengkaji tradisi pelepasan ayam di Gunung Pegat, Kabupaten Lamongan, sebagai bentuk akulturasi antara budaya lokal dan nilai-nilai Islam. Tradisi ini dilakukan oleh pasangan pengantin atau keluarga ketika melintasi kawasan Gunung Pegat, dengan tujuan simbolik untuk menghindari musibah dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode lapangan (field research), mengandalkan wawancara semi-terstruktur dengan narasumber setempat serta dokumentasi lokal dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini memiliki makna simbolik yang mendalam, di mana sepasang ayam melambangkan pasangan suami-istri, serta merefleksikan nilai historis dan kultural masyarakat. Pelaksanaannya bersifat fleksibel, tergantung keyakinan individu atau keluarga, dan telah dilestarikan secara turun-temurun. Dari perspektif Islam, tradisi ini dapat dikategorikan sebagai ‘urf shahih jika dilandasi niat sedekah dan pengakuan bahwa ketentuan baik dan buruk berasal dari Allah SWT. Tradisi pelepasan ayam di Gunung Pegat merupakan contoh nyata bagaimana masyarakat Muslim dapat mempertahankan nilai budaya lokal tanpa mengabaikan prinsip-prinsip Islam.
Copyrights © 2026