Peningkatan polarisasi sosial berbasis identitas keagamaan di era digital menjadi tantangan serius bagi kohesi masyarakat plural, khususnya di Indonesia. Dalam konteks ini, pendidikan Islam memiliki peran strategis melalui penanaman nilai-nilai moderasi beragama yang menekankan keseimbangan, toleransi, keadilan, dan inklusivitas. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep moderasi beragama dalam perspektif pendidikan Islam, menganalisis implementasinya dalam praktik pendidikan, serta menjelaskan kontribusinya dalam mencegah polarisasi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kajian literatur dengan model integrative review yang bersifat konseptual-analitis, berbasis data sekunder dari artikel ilmiah, buku akademik, dan dokumen kebijakan lima tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui content analysis dan sintesis tematik. Hasil menunjukkan bahwa moderasi beragama diimplementasikan melalui integrasi nilai wasathiyyah dalam kurikulum, pendekatan pembelajaran dialogis, serta penguatan peran pendidik. Pendidikan Islam berbasis moderasi berkontribusi dalam membentuk sikap toleran dan seimbang, sehingga berpotensi memperkuat kohesi sosial.
Copyrights © 2026