Penelitian ini mengkaji rekonstruksi Pendidikan Agama Islam dari perspektif humanistik-religius sebagai respons terhadap krisis moral, degradasi nilai, dan tantangan pembentukan karakter yang dihadapi generasi digital di era perkembangan teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Kajian ini mengintegrasikan pemikiran Abdurrahman Mas’ud tentang humanisme religius, Paulo Freire mengenai pendidikan pembebasan dan kesadaran kritis, Al-Ghazali tentang pembinaan akhlak dan spiritualitas, serta Muhammad Iqbal mengenai pengembangan potensi diri dan kreativitas manusia. Hasil penelitian menawarkan model Humanist-Religious Digital Integrative (HRDI) atau Model Integratif Digital Humanistik-Religius sebagai kerangka konseptual pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, literasi digital, berpikir kritis, dan pembentukan karakter. Model ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengembangan Pendidikan Agama Islam yang lebih relevan, adaptif, dan transformatif dalam menghadapi dinamika masyarakat digital kontemporer
Copyrights © 2026