Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya daya ingat dalam menjaga keberlanjutan hafalan Al-Qur’an peserta didik pada program tahfiz. Kemampuan peserta didik dalam menghafal dan mempertahankan hafalan masih beragam, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi Direct Instruction oleh guru tahfiz, menjelaskan peran guru dalam meningkatkan daya ingat hafalan Al-Qur’an, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMP IT Baiturrahmah Cibeber Cianjur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran mengenai penerapan strategi Direct Instruction melalui metode talaqqi, muroja’ah, bimbingan langsung, umpan balik, dan latihan berkelanjutan dalam meningkatkan daya ingat hafalan peserta didik. Penelitian ini juga diharapkan menjadi referensi bagi guru dan lembaga pendidikan dalam pengembangan hafalan yang lebih optimal.
Copyrights © 2026