Administrasi pendidikan Islam kerap dirumuskan sebagai seperangkat nilai normatif, sehingga hubungan antara nilai, mekanisme administrasi, dan luaran kelembagaan belum dijelaskan secara memadai. Artikel ini bertujuan menyintesis struktur konseptual administrasi pendidikan Islam dan merumuskan model tata kelola berbasis nilai yang dapat diuji. Penelitian menggunakan tinjauan literatur integratif melalui lima tahap: identifikasi masalah, penelusuran, evaluasi, analisis, dan penyajian. Korpus analisis meliputi enam literatur berbahasa Arab dan delapan studi empiris terbitan 2023–2025. Hasil menunjukkan bahwa nilai Islam tidak bekerja secara otomatis terhadap kinerja. Amanah memerlukan transparansi, kompetensi, dan pengendalian; syura dan tabayyun memerlukan data serta representasi pemangku kepentingan; keadilan dan maslahah memerlukan kriteria distribusi dan analisis dampak; sedangkan hisbah dan itqan memerlukan audit, koreksi, dan perbaikan berkelanjutan. Sintesis menghasilkan Model Administrasi Pendidikan Islam Integratif yang menghubungkan nilai, mekanisme, kapasitas kontekstual, dan luaran. Model ini menjadi dasar konseptual bagi pengembangan instrumen dan pengujian empiris pada lembaga pendidikan Islam
Copyrights © 2026