Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedisiplinan siswa sebagai pilar utama pendidikan karakter di madrasah. Kedisiplinan dipandang sebagai bekal fundamental bagi siswa dalam menata perilaku, mengatur waktu, serta membentuk akhlak Islami. Strategi pembiasaan keagamaan dipilih karena terbukti efektif dalam membentuk keteraturan perilaku siswa melalui latihan berulang yang sarat makna. Landasan teori penelitian ini merujuk pada konsep habit formation Putri Liana (2023), yang menegaskan bahwa kebiasaan terbentuk dari pengulangan konsisten dan reinforcement, serta teori kedisiplinan Nugraha (2021), yang menekankan pengendalian diri sebagai inti kedisiplinan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, dan siswa MTs Anwarul Hidayah Menes. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi untuk menemukan pola pembentukan disiplin melalui kegiatan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembiasaan keagamaan di madrasah diterapkan melalui tiga kegiatan pokok yaitu shalat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan pembacaan Asmaul Husna. Strategi ini terbukti efektif dalam membentuk kedisiplinan siswa, baik dalam aspek kehadiran tepat waktu, keteraturan ibadah, ketertiban kelas, maupun kesiapan belajar. Kedisiplinan yang diharapkan tidak hanya berupa kepatuhan formal, melainkan internalisasi nilai tanggung jawab, konsistensi, dan pengendalian diri. Proses pembiasaan membentuk disiplin melalui tahapan berulang, penguatan eksternal (reward dan punishment), keteladanan guru, serta pemaknaan makna ibadah. Faktor pendukung pembiasaan meliputi konsistensi kebijakan madrasah, keterlibatan guru, dan dukungan sarana ibadah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan baca Al-Qur’an siswa, perbedaan motivasi, serta kurangnya dukungan sebagian orang tua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembiasaan keagamaan merupakan pendekatan efektif dalam membentuk kedisiplinan siswa di madrasah. Saran penelitian menekankan pentingnya konsistensi guru sebagai teladan, evaluasi rutin madrasah, keterlibatan orang tua, serta penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas dan data longitudinal.
Copyrights © 2026