Penanaman nilai tanggung jawab pada siswa sekolah dasar memerlukan metode pembelajaran yang menarik dan bermakna agar mudah dipahami serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode storytelling, mengetahui dampaknya terhadap penanaman nilai tanggung jawab, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya pada siswa kelas V di SDN 1 Rahabite, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling diterapkan melalui penyampaian cerita bermuatan keteladanan yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan diperkuat melalui pemberian tugas. Metode ini meningkatkan pemahaman, minat belajar, keaktifan, serta kemampuan siswa dalam meneladani nilai tanggung jawab. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, karakteristik dan minat belajar siswa, kondisi lingkungan, serta ketersediaan fasilitas pembelajaran.
Copyrights © 2026