Pendidikan Islam di Sulawesi Selatan mengalami transformasi panjang sejak masuknya Islam pada awal abad ke-17 hingga era integrasi modern saat ini. Artikel ini bertujuan menelusuri proses pertumbuhan lembaga pendidikan Islam di wilayah tersebut, mulai dari sistem halaqah tradisional hingga pembentukan madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber primer dan sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pertumbuhan pendidikan Islam di Sulawesi Selatan berlangsung melalui empat fase, yaitu fase halaqah masjid dan istana, fase jaringan ulama Nusantara-Timur Tengah, fase resistensi pada masa kolonial, dan fase modernisasi kelembagaan pascakemerdekaan. Dukungan kerajaan, peran ulama, dan kebijakan pemerintah menjadi faktor pendorong utama, sementara keterbatasan sarana dan pendanaan menjadi penghambat. Transformasi ini berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter, keilmuan, dan kehidupan sosial masyarakat Sulawesi Selatan hingga saat ini.
Copyrights © 2026