Penelitian ini menghadirkan tiga rumusan masalah yaitu: Bagaimana kualitas, syarah dan implementasi hadis tentang keutamaan shalat di masjid yang jauh dan banyaknya jamaah dalam kitab Nail al-Auṭār karya al-Syaukāni?. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang tergolong sebagai penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan ilmu hadis dengan menganalisis validitas hadis melalui kritik sanad dan matan. Data yang diperoleh berasal dari kitab Nail al-Auṭār serta kitab-kitab hadis yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis yang menjadi objek penelitian yang diriwayatkan oleh Abū Mūsā al-Asy‘arī dinilai ṣaḥīḥ. Sedangkan untuk hadis yang diriwayatkan oleh Abū Hurairah dinilai ḥasan li gairihi. Sedangkan untuk hadis yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka‘b dinilai ḍa‘īf, tetapi hadis tersebut dapat diamalkan dalam konteks faḍā’il a’māl. Pada hadis yang diteliti dapat dipahami secara kontekstual, bahwa di masa nabi jumlah masjid masih sedikit, sehingga para sahabat yang tempat tinggalnya jauh dari masjid harus menempuh perjalanan yang cukup panjang. Di zaman sekarang, masjid telah banyak bahkan hampir tersedia di setiap kompleks, maka kewajiban melaksanakan shalat di masjid yang dekat lebih diutamakan dalam rangka memakmurkan masjid tersebut. Semakin banyak jumlah jamaah dalam shalat maka semakin besar pahalanya, dan lebih dicintai oleh Allah swt. Hadis-hadis tentang keutamaan shalat di masjid yang jauh dan banyaknya jama’ah dapat diimplementasikan, yaitu: mendahulukan salat di masjid yang terdekat jika jamaahnya sepi, memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah dan mendorong peningkatan partisipasi shalat berjamaah.
Copyrights © 2026